Jumat, 13 Juni 2008 | 23:57 WIB

WARSAWA, JUMAT – Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengakui ia ingin membunuh wasit asal Inggris Howard Webb setelah sang wasit memberi penalti kepada Austria di masa injury time pada pertandingan Grup B Euro 2008. Karena keputusan wasit iitu, Polandia yang sebelumnya unggul 1-0 akhirnya ditahan 1-1.

Tusk menjelaskan, dirinya berbicara dalam kapasitas sebagai seorang penggemar sepakbola, bukan sebagai seorang politisi. “Hari ini, saya harus berbicara sebagai perdana menteri tetapi tadi malam berbeda. Saya ingin membunuh seseorang. Anda semua tahu siapa itu, seperti juga semua warga Polandia lainnya,” kata Tusk, Jumat (13/6). Seseorang yang dia maksudkan tak lain adalah wasit Howard Webb asal Inggris yang memimpin partai Austria lawan Polandia.

Pelatih Polandia Leo Beenhakker sebelumnya juga mengecam Howard Webb. Menurutnya, keputusannya memberi hadiah penalti kepada Austria tidaklah adil. Apalagi, katanya, tak ada pelanggaran yang serius. Selama ini, katanya, tak ada wasit yang memberi hadiah penalti atas insiden yang sama.

Polandia harus mengalahkan Kroasia pada laga terakhir Grup B, Senin (16/6), untuk membuka peluang lolos ke babak delapan besar. Dengan syarat, pada saat yang sama Jerman kalah dari Austria.

“Kesalahan wasit jelas bisa terjadi tetapi kesalahan yang ini sangat mengganggu. Itu sangat tidak adil dan melukai kami semua,” kata Perdana Menteri Tusk.

“Akan lebih baik jika kami kalah pada babak pertama, ketika Austria memiliki beberapa peluang bagus. Kalah dalam sebuah pertandingan yang diwasiti dengan bagus tidak akan terasa buruk,” tandas Tusk, yang sangat menyukai sepakbola dan kerap ikut bermain. (AFP/ANT/HPR)
http://bolaeropa.kompas.com/read/xml/2008/06/13/23571432/pm.polandia.ingin.bunuh.wasit.inggris