PEKANBARU - Seorang warga Bengkalis, Auzar (23) meninggal dunia setelah menerima SMS santet. Namun belum dapat dipastikan apakah SMS tersebut penyebab dari meninggalnya Auzar.

Adik kandung Auzar, Saiful mengakui kakaknya meninggal pada hari Kamis (8/5) pukul 18.30 WIB di rumahnya Desa Bambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Saat dihubungi Jumat (9/5/2008), Saiful menceritakan peristiwa meninggalnya Auzar. Saat itu, Auzar sedang menelepon, tiba-tiba gemetaran, tak lama kemudian muntah darah dan langsung meninggal.

Setelah dilihat, ternyata di dalam Hpnya terdapat SMS dari nomor 0666 yang diduga milik salah satu operator seluler. “Karena khawatir terjadi apa-apa. Hp tersebut langsung dibuang,” jelasnya.

Selanjutnya, Auzar dikebumikan di pemakaman dekat rumahnya tadi pagi oleh keluarganya. Saiful mengaku, kakaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit dalam lainnya. “Sebenarnya saya tidak percaya SMS itu sebagai penyebab. Tapi SMS itu memang ada,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres Bengkalis Kompol Trunoyudo membantah kalau ada warga Bengkalis yang meninggal gara-gara menerima telpon dari nomor merah tersebut

“Enggak ada itu. Sejauh ini belum ada laporan ke polisi soal laporan kalau ada yang meninggal gara-gara menerima telpon itu,” kata Trunoyudo saat dihubungi okezone.

Menurutnya, jika memang ada yang meninggal dan ada SMS merah itu kemungkinan hanya kebetulan saja. “Mungkin dia karena sakit akut, atau sakit jantung misalnya, jadi jangan dikait-kaitkanlah dengan mati karena menerima SMS atau telpon,” pungkasnya.

menurut Ketua UI Pekanbaru Ilyas Husti dalam perbincangan dengan okezone Jumat (9/5/200 8) kalau ada warga Riau yang meninggal gara-gara disantet dari telpon bernomor merah yang katanya bisa membawa maut

“Berita ini sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Dan saya harap pihak aparat harus bertindak tegas untuk mengusut kabar ini. Sedangkan dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa kalau berita itu hanya isu dan tidak benar. Dan saya harap warga jangan mudah percaya,” terang Ilyas.

duh ada2 saja ya….