May 2008


Menghemat listrik adalah suatu kegiatan yang dapat membuat konsumsi energi listrik menjadi berkurang dengan berbagai cara. Selain listrik, kita perlu juga berhemat air yang kita dapat dengan cara membayar (PAM) maupun yang kita raih dengan cara gratis (sumur bor).

Dampak dari pemborosan energi listrik, air dan sumber daya lainnya umumnya bersifat negatif serta akan memberikan kerugian bagi kita semua di masa yang akan datang. Listrik yang terbatas sebagian dibangkitkan dari PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik lainnya yang menimbulkan polusi bagi lingkungan hidup.

Air bawah tanah yang secara beramai-ramai dan tidak terkendali kita sedot dapat habis. Menurunnya debit air tanah mampu mempercepat intrusi air laut ke darat serta dapat menurunkan atau merembeskan tanah ke bawah sehingga lama kelamaan akan tenggelam oleh air laut.

Melihat dari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan listrik dan air yang berlebih, maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius.

A. Tips Hemat Listrik PLN

1. Matikan lampu jika kita tidak menggunakannya.
2. Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar)
3. Cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan. Bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya.
4. Gunakan alat penghemat listrik yang bagus.
5. Matikan lampu, tv, radio, dll saat tidur.
6. Pilih barang elektronik yang hemat listrik.
7. Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.
8. Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.
9. Gunakan energi gas lpg untuk memasak.
10. Gunakan energi matahari untuk memanaskan air, dll.

B. Tips Hemat Air PAM

1. Gunakan toilet yang bisa mengatur besar kecil pengeluaran air.
2. Cuci kendaraan seperti mobil dan motor di tempat cuci yang menggunakan air pam atau air bawah tanah yang membayar pajak.
3. Mandi dengan pancuran air.
4. Memakai mesin cuci pakaian otomatis yang hemat air.
5. Minum dari air kemasan yang higienis.
6. Mengawasi jalur pipa air jangan sampai bocor.
7. Menggunakan air bekas mandi dan cuci untuk menyiram tanaman di pagi dan sore hari (gunakan sabun yang ramah lingkungan).
8. Matikan keran air ketika sedang sabunan, mencuci piring, dsb.
9. Buat sumur resapan air pada tempat tinggal kita untuk mengganti air yang kita konsumsi.
10. Tidak membuang-buang air seenaknya.

SMS Merah Berakibat Kematian, Cuma Isu
Semarang, CyberNews. Beredarnya short message service (SMS) merah yang konon  dapat membuat si penerima SMS tewas seketika, menurut pakar telekomunikasi, Roy Suryo itu hanya isu. Dia juga tak percaya sama sekali bahwa SMS tersebut   telah banyak menelan korban, baik di Jakarta maupun daerah lain.

”Kalau menurut saya, itu hanya sekadar isu. Dan korbannya tidak pernah dapat dilacak. Seperti halnya dulu pernah diisukan, apabila menyalakan hand phone di SPBU, maka SPBU nya dapat meledak. Itu juga isu yang tidak pernah dapat dibuktikan kebenarannya,” tuturnya, pagi tadi.

Dia justru sangat memprihatinkan, mengapa hal-hal yang berbau teknologi ditumpangi dengan permasalahan yang tidak logis. Untuk itu dia minta, agar pemerintah dapat meredamnya dan tidak perlu mengusut lebih jauh, pihak-pihak mana yang akan memperoleh keuntungan. “Tentu saja pihak operator akan memperoleh keuntungan dalam hal ini,” tegasnya.

Disinggung tentang kemungkinan dapat diusut siapa penyebar awal SMS tersebut, Roy Suryo mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan. tentu saja dengan menjalin kerjasama dengan beberapa operator telepon. Namun menurut dia, yang justru harus dicermati adalah, dengan adanya imbauan atau peringatan, bahwa pada hari tertentu HP sebaiknya dimatikan sampai pukul 10.00, karena SMS merah dipastikan akan beredar.

“Ini justru sangat berbahaya, karena tindakan semacam ini dapat digunakan untuk kegiatan penipuan. Misal, si A diimbau agar HP nya dimatikan, sementara pihak keluarga si A sedang dijadikan sasaran untuk kegiatan penipuan dan keluarga si A tidak dapat menghubungi HP si A. Dengan begitu tindakan penipuan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dapat berjalan mulus,” katanya.

Diinformasikan, SMS merah tersebut diduga pertama kali beredar dari sebuah HP yang berasal dari Sumatra Selatan. Roy Suryo menduga, apabila SMS tersebut terus menerus ditanggapi, tidak menutup kemungkinan lain waktu akan muncul lagi SMS-SMS serupa. “Kalay sekarang yang beredar adalah SMS merah, nanti dapat pula muncul SMS kuning, SMS hijau, dan sebagai,” ujarnya.

Hanya diakui, SMS merah yang sangat meresahkan itu, kini sudah beredar secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Sementara dari Departemen Telekomunikasi dan Informatika, Gatot mengatakan, guna mencegah isu-isu dari orang yang tidak bertanggung jawab, maka pihak operator wajib menertibkan validasi registrasi dari para pengguna HP.

http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=5513

PEKANBARU - Seorang warga Bengkalis, Auzar (23) meninggal dunia setelah menerima SMS santet. Namun belum dapat dipastikan apakah SMS tersebut penyebab dari meninggalnya Auzar.

Adik kandung Auzar, Saiful mengakui kakaknya meninggal pada hari Kamis (8/5) pukul 18.30 WIB di rumahnya Desa Bambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Saat dihubungi Jumat (9/5/2008), Saiful menceritakan peristiwa meninggalnya Auzar. Saat itu, Auzar sedang menelepon, tiba-tiba gemetaran, tak lama kemudian muntah darah dan langsung meninggal.

Setelah dilihat, ternyata di dalam Hpnya terdapat SMS dari nomor 0666 yang diduga milik salah satu operator seluler. “Karena khawatir terjadi apa-apa. Hp tersebut langsung dibuang,” jelasnya.

Selanjutnya, Auzar dikebumikan di pemakaman dekat rumahnya tadi pagi oleh keluarganya. Saiful mengaku, kakaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit dalam lainnya. “Sebenarnya saya tidak percaya SMS itu sebagai penyebab. Tapi SMS itu memang ada,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres Bengkalis Kompol Trunoyudo membantah kalau ada warga Bengkalis yang meninggal gara-gara menerima telpon dari nomor merah tersebut

“Enggak ada itu. Sejauh ini belum ada laporan ke polisi soal laporan kalau ada yang meninggal gara-gara menerima telpon itu,” kata Trunoyudo saat dihubungi okezone.

Menurutnya, jika memang ada yang meninggal dan ada SMS merah itu kemungkinan hanya kebetulan saja. “Mungkin dia karena sakit akut, atau sakit jantung misalnya, jadi jangan dikait-kaitkanlah dengan mati karena menerima SMS atau telpon,” pungkasnya.

menurut Ketua UI Pekanbaru Ilyas Husti dalam perbincangan dengan okezone Jumat (9/5/200 8) kalau ada warga Riau yang meninggal gara-gara disantet dari telpon bernomor merah yang katanya bisa membawa maut

“Berita ini sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Dan saya harap pihak aparat harus bertindak tegas untuk mengusut kabar ini. Sedangkan dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa kalau berita itu hanya isu dan tidak benar. Dan saya harap warga jangan mudah percaya,” terang Ilyas.

duh ada2 saja ya….

Next Page »