SMS Merah Berakibat Kematian, Cuma Isu
Semarang, CyberNews. Beredarnya short message service (SMS) merah yang konon  dapat membuat si penerima SMS tewas seketika, menurut pakar telekomunikasi, Roy Suryo itu hanya isu. Dia juga tak percaya sama sekali bahwa SMS tersebut   telah banyak menelan korban, baik di Jakarta maupun daerah lain.

”Kalau menurut saya, itu hanya sekadar isu. Dan korbannya tidak pernah dapat dilacak. Seperti halnya dulu pernah diisukan, apabila menyalakan hand phone di SPBU, maka SPBU nya dapat meledak. Itu juga isu yang tidak pernah dapat dibuktikan kebenarannya,” tuturnya, pagi tadi.

Dia justru sangat memprihatinkan, mengapa hal-hal yang berbau teknologi ditumpangi dengan permasalahan yang tidak logis. Untuk itu dia minta, agar pemerintah dapat meredamnya dan tidak perlu mengusut lebih jauh, pihak-pihak mana yang akan memperoleh keuntungan. “Tentu saja pihak operator akan memperoleh keuntungan dalam hal ini,” tegasnya.

Disinggung tentang kemungkinan dapat diusut siapa penyebar awal SMS tersebut, Roy Suryo mengatakan bahwa hal itu bisa saja dilakukan. tentu saja dengan menjalin kerjasama dengan beberapa operator telepon. Namun menurut dia, yang justru harus dicermati adalah, dengan adanya imbauan atau peringatan, bahwa pada hari tertentu HP sebaiknya dimatikan sampai pukul 10.00, karena SMS merah dipastikan akan beredar.

“Ini justru sangat berbahaya, karena tindakan semacam ini dapat digunakan untuk kegiatan penipuan. Misal, si A diimbau agar HP nya dimatikan, sementara pihak keluarga si A sedang dijadikan sasaran untuk kegiatan penipuan dan keluarga si A tidak dapat menghubungi HP si A. Dengan begitu tindakan penipuan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dapat berjalan mulus,” katanya.

Diinformasikan, SMS merah tersebut diduga pertama kali beredar dari sebuah HP yang berasal dari Sumatra Selatan. Roy Suryo menduga, apabila SMS tersebut terus menerus ditanggapi, tidak menutup kemungkinan lain waktu akan muncul lagi SMS-SMS serupa. “Kalay sekarang yang beredar adalah SMS merah, nanti dapat pula muncul SMS kuning, SMS hijau, dan sebagai,” ujarnya.

Hanya diakui, SMS merah yang sangat meresahkan itu, kini sudah beredar secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Sementara dari Departemen Telekomunikasi dan Informatika, Gatot mengatakan, guna mencegah isu-isu dari orang yang tidak bertanggung jawab, maka pihak operator wajib menertibkan validasi registrasi dari para pengguna HP.

http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=5513

PEKANBARU - Seorang warga Bengkalis, Auzar (23) meninggal dunia setelah menerima SMS santet. Namun belum dapat dipastikan apakah SMS tersebut penyebab dari meninggalnya Auzar.

Adik kandung Auzar, Saiful mengakui kakaknya meninggal pada hari Kamis (8/5) pukul 18.30 WIB di rumahnya Desa Bambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Saat dihubungi Jumat (9/5/2008), Saiful menceritakan peristiwa meninggalnya Auzar. Saat itu, Auzar sedang menelepon, tiba-tiba gemetaran, tak lama kemudian muntah darah dan langsung meninggal.

Setelah dilihat, ternyata di dalam Hpnya terdapat SMS dari nomor 0666 yang diduga milik salah satu operator seluler. “Karena khawatir terjadi apa-apa. Hp tersebut langsung dibuang,” jelasnya.

Selanjutnya, Auzar dikebumikan di pemakaman dekat rumahnya tadi pagi oleh keluarganya. Saiful mengaku, kakaknya tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit dalam lainnya. “Sebenarnya saya tidak percaya SMS itu sebagai penyebab. Tapi SMS itu memang ada,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Wakapolres Bengkalis Kompol Trunoyudo membantah kalau ada warga Bengkalis yang meninggal gara-gara menerima telpon dari nomor merah tersebut

“Enggak ada itu. Sejauh ini belum ada laporan ke polisi soal laporan kalau ada yang meninggal gara-gara menerima telpon itu,” kata Trunoyudo saat dihubungi okezone.

Menurutnya, jika memang ada yang meninggal dan ada SMS merah itu kemungkinan hanya kebetulan saja. “Mungkin dia karena sakit akut, atau sakit jantung misalnya, jadi jangan dikait-kaitkanlah dengan mati karena menerima SMS atau telpon,” pungkasnya.

menurut Ketua UI Pekanbaru Ilyas Husti dalam perbincangan dengan okezone Jumat (9/5/200 8) kalau ada warga Riau yang meninggal gara-gara disantet dari telpon bernomor merah yang katanya bisa membawa maut

“Berita ini sudah sangat meresahkan masyarakat luas. Dan saya harap pihak aparat harus bertindak tegas untuk mengusut kabar ini. Sedangkan dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa kalau berita itu hanya isu dan tidak benar. Dan saya harap warga jangan mudah percaya,” terang Ilyas.

duh ada2 saja ya….

Tanggal 1 mei dikenal juga dengan sebutan MAYDAY, asal usulnya kurang lebih seperti ini.

Di daerah Britania sana, mayday adalah hari libur ke dua yang terpenting. karena pada hari itu diselenggarakan festival Beltane.

Beltane adalah festival yang diselenggarakan oleh penduduk di wilayah britania.

Beltane sendiri dikenal sebagai nama bulan di irlandia, di irlandia namanya Bealtaine yang kemudian di ingriskan menjadi Beltane. Perayaan Mayday adalah perayaan adat setempat yang biasanya dilakukan dengan menyalakan api. Perayaan ini adalah perayaan tahun baru oleh para leluhur. Api tersebut dianggap dapat memberikan matahari musim semi yang . Ternak-ternak digirimg ke dalam api untuk mensucikan mereka. Dan para lelaki, melewati asapnya bersama kekasih mereka agar mendapatkan nasib baik.

MayDay juga dirayakan untuk mengenang kekalahan kaum Puritans di Inggris . Kalau tdk salah puritans itu adalah istilah bagi pemeluk agama kristen protestan yang menganggap bahwa reformasi kaum protestan dibawah kekuasaan Ratu Elisabeth tdk sempurna.

Selain itu Mayday juga saat ini dikenal dan diperingati sebagai hari buruh sedunia.

Pada thn 1884 para buruh beraparade di senin pertama bulan september. Dan mereka mencanangkan suatu resolusi agar hari buruh diperingati setiap senin pertama bulan september. Ksatria-ksatria buruh kemudian dihormati sebagai buruh yang paling dominan di antara para persatuan buruh di Amerika.

Pada tahun 1886,para buruh di amerika menuntut agar 1 mei dijadikan hari libur para buruh antar bangsapara buruh menuntut agar mendapatkan hak bekerja 8 jam per hari, yang mengakibatkan pemogokan dan menuntut bekerja 8 hari per jam. Namum pemerintahan saat itu yang dipimpin oleh presiden Grover Cleveland tidak menyetujui. Presiden juga mencanangkan hari senin pertama bulan september sebagai hari buruh.

Dan akhirnya, pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:
Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Happy Mayday

Happy Labour Day


dari berbagai sumber

Next Page »